BLC-Telkom Klaten-SMKN 1 Tambakboyo

Wednesday, December 28, 2016

Konfigurasi Routing Static Via Wirelles


Pengertian

routing statis adalah bentuk routing yang terjadi ketika router menggunakan routing yang manual-dikonfigurasi, bukan informasi dari lalu lintas routing dinamis. Dalam banyak kasus, rute statis secara manual dikonfigurasi oleh administrator jaringan dengan menambahkan entri ke tabel routing, meskipun ini mungkin tidak selalu menjadi kasus. Tidak seperti routing dinamis, rute statis tetap dan tidak berubah jika jaringan berubah atau ulang. routing statis dan routing dinamis tidak saling eksklusif. Kedua routing dinamis dan routing statis biasanya digunakan pada router untuk memaksimalkan efisiensi routing yang dan untuk memberikan backup dalam hal informasi routing dinamis gagal untuk ditukar. routing statis juga dapat digunakan dalam jaringan stub, atau untuk menyediakan gateway of the last resort.

Latar Belakang

Saya memilih routing  statik  dalam  sebuah  jaringan  lokal  yang kecil ini  karena bukanlah suatu masalah jika  hanya memasukkan beberapa  entri  yang  perlu  diisikan  pada  forwarding table di setiap router dan sebagai bahan praktek pembelajaran.

Tujuan

Routing static lebih mudah dioperasikan pada jaringan lokal yang kecil karena kita hanya memasukkan beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding tabel disetiap router dan ini juga sebagai bahan praktek pembelajaran.

Alat Dan Bahan

  • 2 buah MikroTik
  • 4 kabel straight
  • 2 PC / Laptop sebagai client
  • Winbox
Jangka Waktu Pelaksanaan
Waktu yang  saya butuhkan kurang lebih 45 sampai 60 menit. 

Tahap Pelaksanaan

Router A
1. Masuk Applikasi Winbox,Kemudian Ganti Nama Mikrotik 
2. Kemudian Berikan IPaddress Ke Ethernet 2 dan Wlan1


3. Kemudian Masuk Ke menu Wirelles Untuk Mengatur wirelles
 4. Kemudian Masuk Ke Menu IP => Routes untuk memberikan jalan antara Router A dan B saling terhubung.

 Jika kita sudah mengatur Router A,Langkah selanjutnya kita mengatur Router B
Router B
1. Sama seperti awal tadi,yang pertama kita masuk ke applikasi Winbox
2. Masuk menu interface untuk Memberi Tanda pada setiap interface yang aktiv dan mengaktifkan wlan1. Jika sudah berikan IP di setiap interface dengan masuk menu IP=>Address

3. Kemudian masuk ke menu wirelles kemudian lakukan proses scan,kemudian cari hotspot yang telah kita buat tadi,contohnya Tes Routing
Kemudian klik pada hotspot Tes Routing kemudian pilih connect agar terhubung.
4. Kemudian Jika sudah terhubung maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.
5. Kemudain masuk ke menu IP=>Routes untuk memberikan jalan antara Router A dan B agar dapat saling tehubung.

6. Jika terhubung maka hasilnya reachable wlan1 artinya terhubung ke wlan1 karena kita menggunakan routing static via wirelless bukan via kabel UTP.
7. Kemudian lakukan ping antara Router A dan B, Jika sudah terhubung maka Hasilnya TTL seperti gambar dibawah ini.





HASIL DAN KESIMPULAN
Routing static pada Mikrotik telah berhasil. Dan satu hal yang harus anda ingat, dalam proses melakukan Routing ini anda harus memliki ketelitian dan pemahaman yang cukup walaupun ini merupakan dasar dari proses routing.
REFERENSI
Share:

Designing and Implementing Linux Firewall and QoS (SOHO)


A. Ringkasan Materi
Pada dasarnya pembuatan topologi dan juga implementasi berikut ini merupakan suatu hal dimana kita bisa belajar dan memahami terkait linux router dan juga implementasi nya pada suatu instansi, dengan memanfaatkan fitur ip tables,

iptables adalah user-space program aplikasi yang memungkinkan administrator sistem untuk mengkonfigurasi tabel disediakan oleh kernel Linux firewall (diimplementasikan sebagai berbeda Netfilter modul) rantai dan aturannya. modul kernel yang berbeda dan program yang saat ini digunakan untuk protokol yang berbeda; iptables berlaku untuk IPv4, ip6tables ke IPv6, arptables untuk ARP , dan ebtables untuk frame Ethernet.


B. Latar Belakang
Pembangunan topologi ini didasari dari suatu buku yang ditulis oleh pengembang linux berjudul designing and implementing linux firewall and qos, dimana pada buku ini dijelaskan bagaimana bisa membangun suatu linux router yang terintegrasi dengan beberapa fitur pendukung antara lain, linux firewall dan pembatasan bandwith dengan qos,

C. Tujuan
Dengan pembuatan topologi dan konfigurasi untuk membangun suatu server yang terkoneksi dengan linux router,

D. Alat dan bahan
- pc untuk debian router dengan 3 nic
- pc debian server
- pc untuk, (dekstop, children, gaming, print)
- Access point untuk meneruskan ke client
- kabel straight
- iso bootable debian 8.6

E. Jangka waktu
Proses ini membutuhkan waktu 2 hari untuk pemahaman dan implementasi hingga paham,

F. Langkah-langkah


1. Setting up the Network
pada eth0 mendapatkan koneksi pppoe client bisa dilihat pada tutorial sebelumnya, untuk eth1 di dhcp agar bisa connect ke client,
#ifconfig eth1 192.168.140.1 netmask 255.255.255.240 up
#apt-get install isc-dhcp-server

Selanjutnya edit dengan perintah:
   subnet 192.168.140.0 netmask 255.255.255.240 {
      range 192.168.140.2 192.168.140.13;
      option domain-name-servers 192.168.140.1,202.134.1.10,202.134.0.155;
      option routers 192.168.140.1;
      option subnet-mask 255.255.255.240;
      option broadcast-address 192.168.140.15;
      default-lease-time 600;
      max-lease-time 7200;
      }

Kemudian editlah pada nano /etc/dhcpd.conf tambahkan pada baris paling bawah, untuk pengisian mac address di sesuaikan dengan yang di dapat dari koneksi jaringan nya,

host children {
hardware ethernet 02:03:04:05:06:07;
fixed-address 192.168.140.4;
option name-servers 192.168.140.1,202.134.1.10,202.134.0.155;
option routers 192.168.140.1;
option subnet-mask 255.255.255.240;
option broadcast-address 192.168.140.15;
}
host desktop {
hardware ethernet 02:03:04:05:06:08;
fixed-address 192.168.140.3;
option name-servers 192.168.140.1,202.134.1.10,202.134.0.155;
option routers 192.168.140.1;
option subnet-mask 255.255.255.240;
option broadcast-address 192.168.140.15;
}
host printer {
hardware ethernet 02:03:04:05:06:09;
fixed-address 192.168.140.6;
option name-servers 192.168.140.1,202.134.1.10,202.134.0.155;
option routers 192.168.140.1;
option subnet-mask 255.255.255.240;
option broadcast-address 192.168.140.15;
}
host gaming {
hardware ethernet 02:03:04:05:06:10;
fixed-address 192.168.140.5;
option name-servers 192.168.140.1,202.134.1.10,202.134.0.155;
option routers 192.168.140.1;
option subnet-mask 255.255.255.240;
option broadcast-address 192.168.140.15;
}

Setelah itu, edit juga pada /etc/init.d/dhcp untuk konfisurasi dhcp server bisa dilihat pada tutorial sebelumnya, disini kita atur pada dpkg-reconfigure isc-dhcp-server
# Default
INTERFACE="eth1"
kemudian jalankan dengan /etc/init.d/dhcp start atau bisa kita cek dengan merestart, jika ada failed coba pastikan apakah interface yang kita masukkan sudah benar atau belum,

2. Building the Firewall
install squid nya terlebih dahulu, seprti pada konfigurasi di tutorial sebelumnya,
kemudian, edit pada /etc/squid/squid.conf

httpd_accel_host virtual
httpd_accel_port 80
httpd_accel_with_proxy on
httpd_accel_uses_host_header on

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl our_network src 192.168.140.0/28
acl porn url_regex -i sex adult porn hardcore fetish
acl downloads urlpath_regex \.exe$ \.rar$ \.zip$ \.pif$ \.scr$

http_access deny porn
http_access deny downloads
http_access allow our_network
http_access deny all

kemudian aktifkan jalur nat nya
#modprobe ip_nat_ftp
#modprobe ip_nat_irc

kemudian tambahkan konfigurasi berikut pada rc.local
-untuk gaming

iptables –t nat –A PREROUTING –p udp –-dport 6500 –j DNAT –-to
192.168.140.5
iptables –t nat –A PREROUTING –p udp –-dport 6700 –j DNAT –-to
192.168.140.5

-untuk printer 
iptables –t nat –A POSTROUTING –o ppp0 –s 192.168.140.6 –j DROP

-untuk children
iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.140.3 -p tcp --dport 80 -j
REDIRECT --to-port 3128

untuk penjelasan lebih mendalam konfigurasi ip tables yang digunakan silahkan ikuti konfigurasi pada gambar berikut, jangan lupa untuk dilihat penyesuaian ip nya,


Selanjutnya, bisa dilihat untuk verifikasi ip tables yang dibuat dengan
iptables -t nat -L

3. QoS Bandwith Allocation
-untuk konfigurasi awal alokasi bandwith yang diberikan
tc qdisc add dev eth1 root handle 1: htb
tc class add dev eth1 parent 1:0 classid 1:10 htb rate 100Mbit
tc class add dev eth1 parent 1:10 classid 1:20 htb rate 1Mbit

-untuk gaming
tc class add dev eth1 parent 1:20 classid 1:100 htb rate 128Kbit ceil
1Mbit
tc qdisc add dev eth1 parent 1:100 sfq quantum 1514b perturb 15
tc filter add dev eth1 protocol ip parent 1:0 prio 5 u32 match ip dst
192.168.1.200 flowid 1:100

-untuk children
tc class add dev eth1 parent 1:20 classid 1:200 htb rate 256Kbit ceil
1Mbit
tc qdisc add dev eth1 parent 1:200 sfq quantum 1514b perturb 15
tc filter add dev eth1 protocol ip parent 1:0 prio 5 u32 match ip dst
192.168.1.55 flowid 1:200

-untuk dekstop
tc class add dev eth1 parent 1:20 classid 1:300 htb rate 256Kbit ceil
1Mbit
tc qdisc add dev eth1 parent 1:300 sfq quantum 1514b perturb 15
tc filter add dev eth1 protocol ip parent 1:0 prio 5 u32 match ip dst
192.168.1.11 flowid 1:300

-untuk laptop/client (AP)
tc class add dev eth1 parent 1:20 classid 1:400 htb rate 256Kbit ceil
1Mbit
tc qdisc add dev eth1 parent 1:400 sfq quantum 1514b perturb 15
tc filter add dev eth1 protocol ip parent 1:0 prio 5 u32 match ip dst
192.168.1.0/24 flowid 1:400

Setelah itu untuk melihat konfigurasi qos yang tadi dibuat maka silahkan ketikan perintah:
root@router:~# tc class show dev eth1
class htb 1:10 root rate 100000Kbit ceil 100000Kbit burst 126575b
cburst 126575b
class htb 1:100 parent 1:20 leaf 8081: prio 0 rate 128000bit ceil
1000Kbit burst 1759b cburst 2849b
class htb 1:20 parent 1:10 rate 1000Kbit ceil 1000Kbit burst 2849b
cburst 2849b
class htb 1:200 parent 1:20 leaf 8082: prio 0 rate 256000bit ceil
1000Kbit burst 1919b cburst 2849b
class htb 1:300 parent 1:20 leaf 8083: prio 0 rate 256000bit ceil
1000Kbit burst 1919b cburst 2849b
class htb 1:400 parent 1:20 leaf 8084: prio 0 rate 256000bit ceil
1000Kbit burst 1919b cburst 2849b

Selanjutnya, kita perlu melihat apakah paket yang terkirim ke alamat ip tujuan bisa sesuai dengan alokasi yang di buat,

root@router:~# ping -f -c 10 192.168.140.5
PING 192.168.1.200 (192.168.1.200) 56(84) bytes of data.
--- 192.168.1.200 ping statistics ---
10 packets transmitted, 10 received, 0% packet loss, time 3ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.198/0.210/0.300/0.033 ms, ipg/ewma
0.394/0.230 ms

root@router:~# tc -s class show dev eth1 | fgrep -A 4 1:100
class htb 1:100 parent 1:20 leaf 808d: prio 0 rate 128000bit ceil
1000Kbit burst 1759b cburst 2849b
Sent 980 bytes 10 pkts (dropped 0, overlimits 0)
lended: 10 borrowed: 0 giants: 0
tokens: 40962 ctokens: 12387

G. Hasil dan Simpulan
Konfigurasi ini berhasil sesuai dengan rancangan topologi yang dibuat, hal yang perlu diperhatikan dalam konfigurasi ini adalah ketelitian kita dalam menerjemahkan suatu maksud dari pada topologi tersebut dan yang utama adalah pemahaman terhadap maksud dari ip tables,

H. Referensi
Buku Designing and Implementing Linux Firewall and QoS
https://en.wikipedia.org/wiki/Iptables
Share:

How to configure simple static routing in mikrotik


A. Ringkasan Materi
Simple static routing merupakan dasar metodologi routing yang perlu dipelajari untuk mengetahui konsepsi routing pada mikrotik, pada hal ini dengan routing bisa menghubungkan router dengan berbeda subnet jaringan,

B. Latar belakang
Pembelajaran konsep ini berawal dengan rasa ingin tahu bagaimana suatu jaringan dengan berbeda subnet bisa saling terhubung dan bisa saling terkoneksi dengan baik, saling bisa bertukar data tidak memandang subnet yang berbeda,

C. Tujuan
Dengan mempelajari konsep routing ini kita bisa mengatur bagaimana suatu jaringan yang berbeda subnet itu bisa saling terkoneksi,

D. Alat dan bahan
-Router mikrotik setidaknya lebih dari 3, tergantung topologi,
-Koneksi internet

E. Langkah-langkah
Topologi 1



Topologi yang paling sederhana. Router A dan Router B direct connect / terhubung langsung via ethernet. Maka pengaturan routing yang perlu ditambahkan sebagai berikut


Penambahan routing di Router A

Penambahan routing di Router B

Kemudian coba untuk di koneksikan dengan di ping,
Sekarang bagaimana kalau router A dan router B tidak bisa direct connect, mungkin harus melewati perangkat lain, misalnya link wireless, atau mungkin tunnel / VPN?.
Contoh berikutnya yaitu topologi 2.

Topologi 2

Disini Router A dan Router B supaya bisa berkomunikasi harus melewati perangkat lain yang melakukan BRIDGING. Pada umumnya, perangkat-perangkat router / wireless bisa melakukan fungsi bridging. Ciri paling mudah mengenali perangkat yang dilewati (dalam contoh ini perangkat wireless) apakah melakukan bridging atau tidak adalah IP Router A, IP wireless router/perangkat lain dan IP Router B memiliki IP segment yang sama (10.10.10.x/24)
Karena Router A dan Router B memiliki IP segment yang sama, maka metode routingnya sama dengan contoh topologi 1. Tinggal disesuaikan IPnya


Penambahan routing di Router A


Penambahan routing di Router B

Dari kedua contoh topologi diatas, mungkin masih terlalu sederhana. Mari kita ulas untuk topologi yang sedikit lebih kompleks.

Topologi 3.


Topologi 3 ini mirip dengan contoh topologi sebelumnya (topologi 2), tetapi untuk topologi 3 ini, perangkat yang menghubungkan antara Router A dan Router B juga menggunakan metode ROUTING. Apakah anda melihat perbedaannya??

Benar sekali, antara router A, wireless Router, dan router B menggunakan IP segment yang berbeda.
Apakah sudah mulai ada bayangan di router mana kita harus membuat membuat tabel routingnya? Jawabannya adalah di keempat router tersebut.
Capture dari tabel routing keempat router tersebut sebagai berikut :

Di sisi Router Indoor A :

Penambahan routing di Router indoor A pertama


Penambahan routing di Router indoor A kedua


Penambahan routing di Router indoor A ketiga

Di sisi Wireless Router A :

Penambahan routing di Wireless Router A pertama


Penambahan routing di Wireless Router A kedua

Penambahan routing di wireless Router A ketiga


Di sisi Wireless Router B :
 
Penambahan routing di wireless Router B pertama

Penambahan routing di wireless Router B kedua

 
Penambahan routing di wireless Router B ketiga

Di sisi Router Indoor B :


Penambahan routing di Router indoor B pertama

Penambahan routing di Router indoor B kedua
Penambahan routing di Router indoor B ketiga

F. Hasil dan Simpulan
Routing dengan bermacam-macam topologi telah dicoba, untuk selanjutnya bisa dikembangkan dengan metodologi routing dynamic, karena metodologi dynamic jauh lebih mempermudah kita dalam routing, namun pada dasarnya, routing dynamic tanpa mengetahui konsep routing static itu percuma,
Share:

Thursday, December 22, 2016

Monitoring Trafik Di Mikrotik RB-941 Hap-lite


A. Ringkasan Materi
Mikrotik mempunyai fitur yang secara default sudah terdapat di dalamnya, monitoring trafiic di mikrotik tersebut akan mengetahui sistem traffic yang berjalan dan terkoneksi sesuai yang kita monitoring,

B. LatarBelakang
Instalasi ini timbul karena rasa ingin tahu saya apakah di dalam mkrotik itu sendiri terdapat sistem monitoring traffic atau tidak,

C. Tujuan
Dengan menggunakan sistem monitoring trafic ini kita bisa memantau kinerja mikrotik kita, dengan cara yang sangat simple, dan mengetahui kesehatan mikrotik,

D. Jangka waktu
Proses ini membutuhkan waktu 3 menit, lebih cepat dari pada membuat laporan blog nya,

E. Langkah-langkah
1. Masuk pada mikrotik nya, jika menggunakan koneksi hotspot dari mikrotik bisa langsung di konfigurasi, kemudian klik menu tools > graphing


2. Kemudian pada tab interface tambah kan rule dengan interface yang ingin di monitoring misal disini ether 2 dan wlan 1,


3. Pada resource rules nya allow address nya pilih defaultnya saja 0.0.0.0/0

4. Pada interface graphs akan muncul interface nya yang kita kofigurasi tadi,

5. Pada resource graph akan muncul type device yang akan di monitoring,


6. Setelah itu, bisa dilihat pada web browser misalnya 192.168.10.1/graphs/

7. Maka inilah tampilan sistem monitoringnya,

F. Hasil dan simpulan
Pada kali ini dan pada saat sukses dalam konfigurasi, maka kita bisa memantu kinerja mikrotik kita dan dapat mengetahui mikrotik kita pada posisi aman atau sudah keberatan dalam kinerjanya.

Refrensi: 
http://nafisahwarda.blogspot.co.id/2016/11/monitoring-trafik-networking-in.html

Share:

Sunday, December 18, 2016

How to make VLAN on Debian router 8.6






A. Ringkasan Materi
Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN 

B.Latar Belakang
Dalam installasi debian di proxmox, kita membutuhkan vlan untuk koneksi VM.Sehingga saya bermaksud membuat VLAN di debian saya

C.Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah agar pembuatan vlan berhasil dan dapat lanjut ke tahap selanjutnya.

D.Jangka Waktu Yang Dibutuhkan
Jangka Waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan ini sekitar 20 menit dalam pembelajaran dan penerapan.

E.Alat dan Bahan
-Router Debian
-Laptop
-sumber internet
F. Langkah-langkah
1.Install dahulu paketnya dengan #apt-get install vlan


 
2.Ketikkan perintah berikut #modprobe 8021q



3.Tambahkan kata "8021q" kedalam /etc/modules supaya vlan yang kita buat menjadi permanen.Sehingga ketika di restart vlan nya tidak hilang. 
#echo "8021q" >> /etc/modules


4.Edit interfaces nya pada /etc/network/interfaces seperti perintah berikut.
#nano /etc/network/interfaces


5.Kita tambah interface vlan beserta ip dan netmask nya.











6.Setelah itu, kita restart jaringannya. 
#service networking restart

7.kita cek konfigurasi tadi dengan perintah ifconfig 
#ifconfig













G. Hasil dan simpulan
Hasil yang saya dapatkan setelah melakukan kegiatan adalah saya bisa membuat vlan dengan benar. dan bisa di config kan untuk menginstall server baru,

H.Kesimpulan
Vlan digunakan karena lebih hemat untuk membelikan banyak perlengkapan yang di butuhkan, menjadi lebih mudah dan hemat biaya.Jika setelah di ifconfig vlan belum muncul, coba cek /etc/network/interface 

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/VLAN
Share:
Scroll To Top