BLC-Telkom Klaten-SMKN 1 Tambakboyo

Showing posts with label debian. Show all posts
Showing posts with label debian. Show all posts

Sunday, December 18, 2016

Konfigurasi VoIP Kamailio Ubuntu server 14.04

Assalamu'alaikim wr wb


Selamat pagi sobat..^_^
A. Pengertian 
Voice over Internet Protocol (Voice over IP, VoIP dan IP telephony) adalah metodologi dan kelompok teknologi untuk pengiriman komunikasi suara dan multimedia sesi selama Internet Protocol (IP) jaringan, seperti Internet . Istilah internet telephony, broadband telephony, dan layanan telepon broadband secara khusus mengacu pada penyediaan layanan komunikasi (suara, fax, SMS, pesan suara) melalui Internet publik, bukan melalui public switched telephone network (PSTN) untuk lebih lengkap ada disini. Di dalam VoIP kamailio kita juga dapat menggunakan fitur fitur yang sedah ada yaitu ada bisa menggunakan vidio call layaknya line, dapat juga mengirim pesan, telfon biasa seperti telpon seluler.

B. Latar belakang
Untuk membangun layanan Video Call, Chatting, Share data dengan menggunakan Kamailio SIP Server dan Cliennya menggunakan LinPhone atau zoiper di Android sebenarnya cukup mudah, terutama bagi sekolah atau lingkungan pendidikan ataupun insitusi yang telah memiliki jaringan komputer yang baik, karena untuk membangun layanan  Video Call, Chatting, Share data berbasis SIP ini yang terpenting adalah sistem Jaringan komputer yang dimiliki baik LAN maupun WAN, namun alangkah baiknya jaringan komputer yang digunakan menggunakan Akses Wifi sehingga nantinya Client dari basis Smartphone Android akan lebih mudah melakukan koneksi.

C. Maksut dan tujuan
Maksud dan Tujuannya adalah supaya kita bisa melakukan komunikasi dengan media komunikasi telephoni menggunakan sebuah protokol ip atau menggunakan alamat ip internet.

D. Alat dan bahan
Alat dan Bahan yang kita butuhkan dalam pembuatan Server VoIP ini adalah :
1. Server 
2. Laptop + Hp Android
Kebutuhan perangkat dalam pembangunan Layanan VoIP ini  adalah :
1. Tersedinya jaringan Akses Poin
2. Server menggunakan Linux direkomendasikan menggunakan Ubuntu 14.04 64 Bit dengan spesifikasi Minimal Processor Dual Core (64 Bit ) dan memori minimal 4Gb.

E. Waktu yang di tentukan
Jangka Waktu Pelaksanaan yang saya butuhkan dalam membangun server Voip ini kurang lebih nya 1 hingga 2 Jam.  dan konfigurasi VoIP Server ini sangat berpengaruh dengan koneksi yang kita yang kita gunakan  dan spesifikasi hardware yang kita gunakan.

F. Tahap pelaksanaan
1. pastikan anda sudah meremot server anda menggunakan leptop dan remotlah menggunakan terminal dan jangan lupa anda harus sudah meng install myssql server. jika belum menginstall mysql server anda harus mengistall dengan perintah:
apt-get install mysql-server

kemudian tambahkan repositori kamilio di nano /etc/apt/sources,list kemudian

2. Nah, kemudian masukanlah repository nya.

deb http://deb.kamailio.org/kamailio precise main
deb-src http://deb.kamailio.org/kamailio precise main


3. Download gpg kamailio server dengan perintah.

wget http://deb.kamailio.org/kamailiodebkey.gpg && apt-key add kamailiodebkey.gpg

4. Jika sudah update lah server nya.

apt-get update

5. Installah Kamailio dan Modules dengan perintah:

apt-get install kamailio kamailio-mysql-modules kamailio-ims-modules

6. Nah, kemudian konfigurasi dan edit kamailionya.

nano /etc/kamailio/kamctlrc

Hapuslah tanda pagar atau gantilah seperti dibawah ini.Untuk IP "192.168.52.2" silahkan ganti dengan IP Server anda.

## your SIP domain
SIP_DOMAIN=192.168.52.2
## chrooted directory
# $CHROOT_DIR=”/path/to/chrooted/directory”
## database type: MYSQL, PGSQL, ORACLE, DB_BERKELEY, DBTEXT, or SQLITE# by default none is loaded
#
# If you want to setup a database with kamdbctl, you must at least specify
# this parameter.
DBENGINE=MYSQL
## database host
DBHOST=localhost
## database name (for ORACLE this is TNS name)
DBNAME=kamailio
# database path used by dbtext, db_berkeley or sqlite
DB_PATH=”/usr/local/etc/kamailio/dbtext”
## database read/write user
DBRWUSER=”kamailio”
## password for database read/write user
DBRWPW=”kamailiorw”
## database read only user
DBROUSER=”kamailioro”
## password for database read only user
DBROPW=”kamailioro”
## database access host (from where is kamctl used)
DBACCESSHOST=192.168.52.2
## database super user (for ORACLE this is ‘scheme-creator’ user)
DBROOTUSER=”root”

9.Selanjutnya aturlah konfigurasi default Kamailio nya.

nano /etc/default/kamailio

10.Hapuslah tanda pagar pada kata seperti di bawah ini.

# Set to yes to enable kamailio, once configured properly.
RUN_KAMAILIO=yes
# User to run as
USER=kamailio
# Group to run as
GROUP=kamailio


11.  Restart Kamailio nya.

/etc/init.d/kamailio restart

12. Lalu buatlah database Kamailio dengan perintah:

kamdbctl create

Kemudian masukan password mysql nya, ketik y kemudian enter untuk meneruskan.

13. Restart kembali.

service kamailio restart

14. Cek apakah kamailio sudah jalan atau belum, cek dengan perintah:

netstat -ntulp | grep kamailio

15. Nah, untuk bisa saling berkomunikasi maka buatlah nomornya.

kamctl add 888 888

Keterangan 888 adalah nomor yang dibuat, dan 888 yang belakang adalah password yang digunakan login di client android.

Nah supaya client android bisa saling berkomunikasi anda bisa men download aplikasi zoiper di playstore, jangan lupa pastikan bahwa client android terhubung dalam satu jaringan dengan VoIP Server nya.

Buka aplikasi zoiper nya, masuklah ke menu config.Lalu tambahkan lah akunnya

Pilih manual configuration, kemudian pilih SIP.Silahkan anda isikan Username Password dan Host nya setelah itu save.Coba anda hubungkan dengan client android lainya tetapi setting dulu android ke2 seperti settingan tadi, pastikan juga tetap berada dalam satu jaringan.Cobalah lakukan telepon.

G. Hasil dan kesimpulan
Nah sekarang sayang sudah mulai mengerti tahap demi tahap dalam install dan konfigurasi VoIP Kmailio di debian server, nah teri makasih semoga dapat bermanfaat

Referensi: http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Membuat_Server_VOIP_Dengan_Kamailio
https://ekysmkn7.blogspot.co.id/2016/11/membangun-voip-server-dengan-kamailio.html
Share:

Saturday, December 17, 2016

install LDAP on Debian 8 server



A. Ringkasan materi
LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP membentuk sebuah direktori yang berisi hierarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari negara (countries), organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.
LDAP sering digunakan di system cloud. LDAP dapat digunakan sebagai sumber authentikasi aplikasi jaringan seperti authentikasi mail server, vpn server, file server, dan layanan server lainnya yang mendukung LDAP.

B. Tujuan
Agar mengetahui cara install ldap dan konfigurasinya,

C. Alat dan bahan
-laptop untuk meremote,
-server debian 8 misalnya,
-koneksi internet untuk referensi,

D. Jangka Waktu Pelaksanaan
Instalasi ini dilakukan membutuhkan waktu sekitar 20 menit,

E. Langkah-langkah
1.  Update terlebih dahulu servernya,

2. Setelah itu, install ldapnya dengan apt-get install slapd ldap-utils

3. Selanjutnya, configuring ldap dengan masukan password administration nya,

4. Lalu masukan kembali passwordnya untuk konfirmasi,
 
5.  Kemudian, editlah konfigurassi slapd nyadengan perintah seperti berikut,


6. Selanjutnya, konfigurasi paket instalasinya, seperti berikut,

7. Untuk omit configuration pilih  no,

8. Setelah itu, masukkan organization name, misal smekta,


9. Masukkan pasword aministrator nya,


10. Kemudian untuk database beckend, gunakan HDB,

11. Terdapat peringatan untuk menghapus database ketika slapd di purge, pilih no saja supaya lebih aman,

12. Perintah untuk pindahkan database lama, pilih yes,

13. Kemudian, peringatan ikuti protokol ldapv2 pilih no,

14. Kemudian hasil install ldap nya, bisa dilihat dengan perintah seperti berikut,


Referensi:
Buku Server world

G.Penutup
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat instalasi ini adalah ketika pengisian password dan konfigurasi-konfihurasi lain yang sekiranya membutuhkan kejelian untuk pengisiannya, maka itu harus dilaksaakan dengan teliti.
Share:

Langkah langkah membuat auto index di localhost linux mint 17.3



Assalamu'alaikum wr wb..
Hay broo untuk kali ini saya akan mengajak anda untuk membuat auto index, saat pertama kali melihat gambar di atas kita yang terutama yang masih pemula pasti merasa bingung dan kesuliatan dalam membuat auto index seperti gambar yang sudah jadi di atas, nah langsung saja kita masuk ke topik pembicaraan. Bekicooott.. ^_^

A. Pengertian
Autoindex PHP Script merupakan salah satu CMS (Content Management System) yang dapat kita gunakan sebagai file Manager Online. Selain itu Autoindex juga dapat dimanfaatkan sebagai kumpulan direktori file berbasis web (Website Directory Indexer).

B. Latar Belakang
Pembelajaran dengan menggunakan buku sekarang sedikit menyusahkan pelajar karena ketergantungan rasa malasnya, maka untuk menanggulanginya pengajar bisa membuat repository media pembelajara yang bisa diakses siswa, seperti autoindex berikut ini.

C. Langkah-Langkah
1.Pastikan anda sudah menginstal LAMP di laptop anda dan Silahkan download file autoindex-nya disini.
jika sudah di download bisa dilihat di direktorinya,
 

2.Setelah itu silahkan anda buka file baru didownload tadi dan  pindahkan file downloadnya tadi ke folder    /var/www/html

2.Setelah masuk ke folder html  maka silahkan ekstrak file-nya dengan perintah

# unzip (nama file)
 
3. kemudian ntuk mempermudah nanti mengakses di browser silahkan ubah nama file-nya sesuai keinginan anda dengan perintah:

# mv (nama file) (nama yang anda ingin) misalnya data
 
4.Setelah itu semua,maka beri hak akses dan hak milik untuk agar bisa mengedit,menghapus dan melakukan apapun di file kita dengan perintah:

# chown -R www-data:www-data (nama file)
# chmod -R 755 (nama file)
 

5.Lalu silahkan anda akses malalui browser anda dengan mengetikkan:
"localhost/data"
atau jika anda membuat ini diserver silahkan masukan IP server anda.Ini tampilan awal anda tidak perlu mengisi apapun langsung kebagian paling bawah dan klik CONFIGURE.
 

 6.Setelah itu akan anda tampilan bahwa anda sukses membuat dan silahkan klik Continue,,

7.Dan inilah tampilan awal-jadinya repo anda silahkan anda edit sesuai kemauan dan kemampuan anda.Dan disini saya akan mencontohka bagaimana membuat kata-kata diatas repository yang kita buat.


Caranya silahkan masuk ke folder file anda tadi melalui
terminal dan ketikkan perintah:

# nano index.php

Sedangkan untuk penambahan buku atau apapun sangatlah mudah,hanya tinggal copy saja apa yang ingin anda isi pada repository anda ke dalam folder /var/www/html/data.Dan ini lah contoh hasil jadinya.Untuk edit-edit yang lain silahkan anda cari dan kembangkan sendiri.


<<Terimakasih>>

Share:

Thursday, December 15, 2016

Hak Akses Dan Perintah Dasar Pada Debian Server






Assalamu'alaikum wr wb.


Selamat pagi teman teman kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu ke kalian semua, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu tentang Hak Akses Dan Perintah Dasar Pada Debian Server.

A. Maksut dan tujuan
Membatu para pengguna distro linux agar tidak bingung dalam perosespenggunaan dan menjalankan linux dan dalam memberi hak akses.

Nahh langsung saja kita simak karena dalam setiap perintah di linux itu memiliki makna yang berbeda maka dari itu kita harus teliti dalam memberi perintah pada linux.
   
Instalasi dengan dpkg
Penginstalan sebuah paket software (deb) dapat menggunakan perintah berikut
ini:
debian:~# dpkg –i namapaket.deb

Unistall Paket Software
Uninstall software pada sistem debian GNU/linux dapat menggunakan perintah
berikut:
debian:~# dpkg –r | --remove | -P | --purge | paketsoftware...

Menampilkan Deskripsi Paket Software
Untuk menampilkan informasi tentang software pada sistem debian GNU/Linux,
perintah yang digunakan adalah:
debian:~# dpkg --print-avail paketsoftware

Mengekstrak Paket Software
Mengekstrak/unpack software dapat menggunakan perintah berikut:
debian:~# dpkg --unpack paketsoftware.deb

Konfigurasi Paket Software Hasil Ekstraksi
Konfigurasi software yang telah diekstrak dapat menggunakan perintah berikut:
debian:~# dpkg --configure paket software (bukan dalam format *.deb)

Instalasi dengan apt-get
Untuk instalasi paket software dengan 'apt-get' dapat menggunakan perintah
berikut:
debian:~# apt-get install software1 software2 ...

Menghapus Software
Untuk menghapus software yang telah terinstal pada Debian GNU/Linux.
Perintah yang digunakan adalah:
debian:~# apt-get remove software1 software2 ...

Membersihkan Arsip File Download Software
Untuk membersihkan arsip file download software dapat menggunakan perintah
berikut:
debian:~# apt-get clean | autoclean
Upgrade Paket Software
Untuk meng-upgrade paket software dapat menggunakan perintah berikut:
debian:~# apt-get upgrade
Update Informasi Daftar Paket Software Baru
Untuk meng-update daftar paket software baru dapat menggunakan perintah
berikut:
debian:~# apt-get update



Pada GNU/Linux, terdapat beberapa tipe file seperti executable file, system data
file, dan user data file. Beberapa perbedaan yang ada antara lain:
Executable file: file-file ini berisi instruksi program untuk dijalankan oleh
sistem. Program dan script merupakan executable file.
system data file: file-file ini berisi informasi yang digunakan oleh program atau
script. Biasanya digunakan oleh administrator dan para programmer untuk
menjalankan program secara berlainan.
user data file: file-file ini berisi teks dan data yang dibuat oleh user.
Secara default GNU/Linux dapat mengenali secara otomatis seluruh tipe file
sehingga anda tidak perlu lagi bersusah payah dengan tipe filenya.

Pemilik, Hak Akses, dan Group
Read: mengizinkan user lain untuk membaca isi dari file tersebut tetapi user lain
tidak dapat melakukan perubahan isi file.
Write: mengizinkan kepada user lain untuk dapat membaca dan melakukan
perubahan terhadap isi file, termasuk menghapusnya.
Execute: mengizinkan user lain dapat mengeksekusi/menjalankan file (biasanya
berupa script atau program).

Adapun ketiga
mode akses tersebut, yaitu:
Owner : hak akses user pemilik direktori atau file.
Group : hak akses group tempat user tersebut berada.
Other : hak akses setiap user selain pemilik direktori atau file

Berikut adalah pengenalan struktur direktori filesystem Linux.

/ – Direktori Root

Semua yang ada pada filesystem Linux berada di bawah direktori root (“/”). Direktori root mirip dengan “C:\” pada filesystem Windows, tetapi tidak sama. Pada Windows, partisi “C:\” dan “D:\” lokasinya terpisah. Pada Linux, semua partisi berada di dalam satu lokasi di bawah direktori root.

/bin – Direktori Program (Essential User Binaries)

Direktori “/bin” berisi program-program penting (essential) yang dibutuhkan Sistem Operasi untuk bekerja. Aplikasi user seperti Firefox atau Music Player disimpan di direktori “/usr/bin”, sedangkan program-program penting yang dibutuhkan Sistem Operasi disimpan di direktori “/bin”.

/boot – Direktori Boot

Direktori “/boot” berisi file-file yang dibutuhkan untuk booting sistem. Contohya file bootloader GRUB dan kernel Linux (vmlinuz). Walaupun demikian, file untuk konfigurasi bootloader berada pada direktori lain, yaitu pada “/etc” (bersama dengan file-file konfigurasi lain).

/cdrom – Direktori CD-ROM


Direktori “/cdrom” bukanlah bagian dari standar FHS (dan sudah tidak digunakan), tetapi masih ada di Sistem Operasi Linux. Dahulu ini adalah lokasi sementara (temporary) untuk CD/DVD yang dibaca (mount) di sistem. Lokasi standar FHS untuk CDROM berada di direktori “/media”.

/dev – Direktori File Device

Direktori “/dev” adalah direktori “spesial”, karena berisi file-file yang bukan dalam arti sebenarnya sebagai “file”. Sistem Linux menampilkan devices sebagai file, dan direktori “/dev” berisi file-file yang mewakilkan devices. Contohnya, file “sda” pada direktori “/dev” adalah file yang mewakilkan hard disk pertama pada komputer. File “sda1” mewakilkan partisi pertama pada hard disk pertama, file “sda2” mewakilkan partisi kedua pada hard disk pertama, file “sdb3” mewakilkan partisi ketiga pada hard disk kedua. Semua devices pada sistem Linux ditampilkan di direktori ini.

/etc – Direktori Konfigurasi

Direktori “/etc” berisi file-file konfigurasi sistem secara keseluruhan yang bisa dimodifikasi dengan program editor teks. Sedangkan file-file konfigurasi user berada di direktori “Home” setiap user. Ada beberapa file menarik di direktori ini :

    /etc/passwd : file ini berisi informasi penting mengenai identifikasi setiap user.
    /etc/fstab : file ini berisi informasi daftar devices yang terbaca (mount) pada saat booting sistem, seperti hard disk.
    /etc/hosts : file ini berisi informasi hostname dan IP address jaringan yang dikenali oleh sistem layaknya file hosts pada Sistem Operasi lain.
    /etc/init.d : direktori ini berisi kumpulan script yang akan dieksekusi untuk memulai berbagai system service pada saat booting.

/home – Direktori Home


Direktori “/home” berisi direktori “Home” untuk setiap user (direktori “Home” untuk setiap user memiliki path “/home/username”). Contohnya jika username saya adalah “bonioctavianus”, maka direktori “Home” saya memiliki path “/home/bonioctavianus”. Direktori ini berisi file-file user dan file-file konfigurasi spesifik untuk user bersangkutan. Setiap user hanya memiliki akses write untuk file-file pada direktori “Home” nya masing-masing. Jika salah satu user ingin mempunyai akses write untuk direktori “Home” user lain (atau direktori root), maka dia harus menggunakan mode root / superuser.

/lib – Direktori Libraries

Direktori ini berisi libraries yang dibutuhkan oleh program-program pada direktori “/bin” atau “/sbin”. Libraries fungsinya sama dengan file .DLL pada Sistem Operasi Windows. Libraries yang dibutuhkan oleh program-program pada direktori “/usr/bin” berada di direktori “/usr/lib”. Untuk pemahaman yang lebih detail mengenai libraries bisa dilihat di thegeekstuff.com

/lost+found – Direktori Recovery

Setiap filesystem Linux memiliki direktori “/lost+found”. Jika sistem crash, maka kegiatan cek filesystem akan dilakukan pada proses booting setelahnya. Jika terdeteksi ada file yang corrupt, maka file tersebut akan disimpan di direktori “/lost+found”. Sehingga kita bisa melakukan recovery data.

/media – Removable Media


Direktori “/media” berisi subdirectory dari removable media yang terbaca oleh sistem (mounted by system secara otomatis menggunakan mekanisme mounting yang digunakan pada distro Linux modern). Contohnya, jika saya memasukkan CD ke DVD-Drive dan me-mount CD tersebut, maka secara otomatis akan muncul subdirectory “/Media/CD”. Saya bisa mengakses isi CD di subdirectory “/Media/CD”. Saat saya mengeluarkan (unmount) CD, maka secara otomatis subdirectory “/Media/CD”  akan hilang.

*Note : Mount / mounting adalah proses memasang devices tambahan pada filesystem yang sudah ada / bisa diakses. Untuk penjelasan yang lebih detail bisa dilihat di tldp.org

/mnt – Direktori Mount


Saat proses booting berlangsung, sistem membaca konfigurasi yang ada pada file “/etc/fstab”, dan kemudian menentukan devices mana saja yang akan di-mount dan pada titik mount (mount point) mana. Ini berlaku pada hard disk komputer dan juga removable devices seperti CD dan USB drive (distro Linux modern menyediakan mekanika otomatis atau automount). Direktori “/mnt” adalah direktori dimana user me-mount devices secara sementara dengan metode manual. Devices yang membutuhkan proses mounting secara manual menggunakan direktori “/mnt”.

*Note : Metode mounting manual dilakukan dengan menggunakan command “mount” dan “umount”. Contoh, untuk mounting hard disk kedua pada filesystem Linux, digunakan command “mount /dev/sdb1 /mnt”. Untuk unmounting-nya digunakan command “umount /dev/sdb1 /mnt”

/opt – Direktori Optional Packages

Direktori “/opt” berisi subdirectory dari program-program yang tidak mengikuti standar filesystem FHS. Program-program ini menyimpan file-filenya di direktori “/opt/nama_program”. Biasanya program-program ini adalah program komersil / berbayar.

/proc – Direktori Kernel dan Process

Direktori “/proc” adalah direktori virtual yang mirip dengan direktori “/dev”, karena berisi file-file yang mewakili hal lain. File-file di direktori “/proc” mewakili informasi dan proses kerja sistem. Ada banyak file yang bisa ditampilkan sebagai teks, beberapa membutuhkan penggunaan mode root. Contohnya file “cpuinfo” yang menampilkan informasi mengenai CPU. Untuk melihatnya dengan program less, eksekusi command “sudo less /proc/cpuinfo“.

/root – Direktori “Home” Root

Direktori “/root” adalah direktori “Home” untuk root / superuser. Walaupun adalah direktori “Home”, path nya bukan di “/home/root” melainkan di “/root”. Jangan lupa kalau direktori “/root” berbeda dengan direktori “/”.

/run – Direktori File Status Aplikasi

Direktori “/run” merupakan direktori yang baru dibuat. Direktori ini menjadi standar untuk penyimpanan file-file sementara (temporary) aplikasi yang dibutuhkan saat bekerja seperti sockets dan process ID. File-file ini tidak bisa disimpan di direktori “/tmp” karena file pada “/tmp” bisa terhapus.

/sbin – Direktori Program Sistem Administrasi

Direktori “/sbin” mirip dengan direktori “/bin”. Direktori ini berisi program-program yang hanya bisa dijalankan dalam mode root untuk kepentingan sistem administrasi.

/tmp – Direktori Temporary


Direktori “/tmp” adalah direktori tempat aplikasi menyimpan file-filenya secara sementara. File-file ini akan dihapus secara otomatis setiap kali sistem melakukan reboot. Dan juga bisa dihapus kapan saja oleh user.

/usr – Direktori User

Direktori “/usr” berisi aplikasi dan file yang digunakan oleh user (berbeda dengan aplikasi dan file yang digunakan oleh sistem). Contohnya aplikasi yang non–essential disimpan di direktori “/usr/bin”.  Program sistem administrasi yang non-essential disimpan di direktori “/usr/sbin”. Libraries untuk setiap user berada di direktori “/usr/lib”. Dan Ada beberapa subdirectory lainnya pada direktori “/usr”, seperti konfigurasi graphics seperti themes pada “/usr/share”.

Beberapa subdirectory “/usr/share” :

    “/usr/share/X11” : Berisi file-file untuk support sistem “X Window“.
    “/usr/share/dict” : Berisi file-file kamus untuk fungsi spelling checker. Gunakan program “look” dan “aspell“.
    “/usr/share/doc” : Berisi file-file dokumentasi dalam berbagai format
    “/usr/share/man” : Berisi file-file manual Linux

*Note : Mungkin ada beberapa pengguna Linux yang belum tahu program “look” dan “aspell” -saya juga baru tahu XD-. Program “look” adalah program kamus yang mencari kemungkinan penggunaan kata. Untuk menggunakannya cukup eksekusi command “look kata_yg_dicari”. Contoh : “look handsome” (ejaan yg salah akan menghasilkan sugesti otomatis). Program “aspell” adalah program untuk mengecek ejaan kata. Untuk menggunakannya cukup eksekusi command “aspell -a”. Setelah itu akan muncul prompt baru, dan kita tinggal mengetikkan kata atau kalimat yang kita inginkan lalu tekan tombol return. Jika prompt menampilkan simbol (*), itu artinya ejaan kita benar, jika ejaan salah maka prompt akan menampilkan sugesti secara otomatis.

/usr/local – Direktori Aplikasi Lokal

Direktori ini dan subdirectory-nya digunakan untuk file-file aplikasi yang tidak termasuk dalam paket resmi aplikasi distro Linux yang digunakan (yang berada di direktori “/usr/bin”). Ketika kita ingin menginstall aplikasi, maka lebih baik menggunakan direktori “/usr/local/bin”.

*Note : File source code Kernel Linux berada di direktori “/usr/src”

/var – Direktori Variable Data Files

Direktori “/var” adalah direktori yang file-file didalamnya berubah / berganti saat sistem bekerja. Ada beberapa subdirectory di dalamnya, salah satunya “/var/log” yang berisi file-file log sistem. Ada baiknya secara berkala mengecek direktori ini untuk memeriksa kondisi sistem.

Untuk penjelasan struktur direktori yang lebih detail bisa dilihat di dokumentasi FHS

<<TERIMAKASIH>>
Share:

Friday, November 25, 2016

Membangun Securing Web Server(HTTPS) Di Debian Server 8.6

 Membangun Securing Web Server(HTTPS) Di Debian Server 8.6

Assalamu'alaikum wr.wb

Selamat Pagi
Hay sobat pagi ini saya akan barbagi ke kalian semua yang kususnya bagi kalian yang ingin yang ingin belajar Securing Web Server(https), karaena di kesempatan kali ini saya akan sharing tentang Securing Web Server(https). sebelum kita masuk ke tahap pelaksanaan konfigurasi sebaiknya kita harus tau pengertian dan maksut dan tujuan sebelum membangun Securing Web Server(https).

A. Pengertian
HTTPS adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris. Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Pada umumnya port HTTPS adalah 443. Tingkat keamanan tergantung pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser web dan perangkat lunak server dan didukung oleh algorithma penyandian yang aktual.
Oleh karena itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai dengan https:// bukan dengan http://.
 Kesalah pahaman yang sering terjadi pada pengguna kartu kredit di web adalah dengan menganggap HTTPS “sepenuhnya” melindungi transaksi mereka. Sedangkan pada kenyataannya, HTTPS hanya melakukan enkripsi informasi dari kartu mereka antara browser mereka dengan web server yang menerima informasi. Pada web server, informasi kartu mereka secara tipikal tersimpan di database server (kadang-kadang tidak langsung dikirimkan ke pemroses kartu kredit), dan server database inilah yang paling sering menjadi sasaran penyerangan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
B. Maksut dan tujuan
maksut dan tujuan saya dalam membangun Securing Web Server adalah untuk memudahkan dimana kita dalam pengamankan. karena dengan menggunakan HTTPS bisa lebih aman daripada HTTP.

D. Alat dan bahan
Komputer server yang telah terinstall Debian server 8.6 dan WEB Server.

E. Waktu yang di tentukan
Dalam Membangun Securing WEb Server waktu yang di tentukan adalah 1 hingga 2 jam.

F. Tahap  pelaksanaan
1. Pertama anda silahkan men-generate dengan perintah:
#openssl req -new -x509 -days 365 -nodes -out /etc/apache2/apache2.pem-keyout/etc/apache2/apache2.pem








2. Kemudian langsung saja ikuti seperti perintah di bawah ini:
Country Name (2 letter code) [AU]:ID
State or Province Name (full name) [Some-State]:East Java
Locality Name (eg, city) []:Klaten
Organization Name (eg, company) [Internet Widgits Pty Ltd]:BLC
Organizational Unit Name (eg, section) []:
Common Name (e.g. server FQDN or YOUR name) []:smkyosonegoro.net
Email Address []:admin@smkyosonegoro.net









3. Kedua anda harus meng-enable mode ssl dengan perintah : 
# a2enmod ssl



4. Kemudian restart dengan perintah :
# service apache3 restart


5. Edit file “/etc/apache2/ports.conf” periksa apakah ada tiga baris terbawah seperti gambar
dibawah ini yaitu “Listen 443”






6. Edit file default apache2 dengan perintah :
# nano /etc/apache2/sites-available/default










7. Kemudian restart kembali dengan perintah :
service apache2 restart


8. Setelah di restart kemudian anda masuk browser dan mengetika https://192.168.143.2 itu sesuai denagn ip pada server anda. setelah masuk lalu anda klik advanced kemudian klik confirm scurity exception.













9. Maka jika konvigurasi berhasilakan muncul apache2.











<<<<<<<<<Terima kasih>>>>>>>>>

Refrensi: Buku Konfigurasi Debian Server ver_blc_telkom.pdf-Debian
Share:
Scroll To Top